Diskon Bootcamp di Startup Campus

Bootcamp adalah Solusi Tepat untuk Belajar IT yang Menyenangkan!

Contents

Bagi mahasiswa atau fresh graduate, kata bootcamp mungkin bukan suatu hal yang asing lagi. Adapun belum mengenal kata bootcamp, kata ini pasti pernah kamu baca lewat broadcast message, promoted ads, atau poster baik di sosial media maupun secara langsung. Jika ada yang bertanya “apa itu bootcamp?”, mungkin jawaban singkatnya, bootcamp adalah sebuah program pelatihan. Tetapi, berbeda dengan program pelatihan yang umumnya dilaksanakan sebuah lembaga, ternyata bootcamp punya spesifikasi lain dan bisa memberikan hal yang lebih.

Jika kamu masih ragu untuk ikut kelas bootcamp atau ingin tahu lebih dalam sebelum memutuskan untuk mendaftar, simak artikel ini sampai habis untuk mengenal apa itu bootcamp terlebih dahulu yuk!

Apa itu bootcamp?

Seperti yang sudah disinggung di atas, bootcamp adalah sebuah program pelatihan. Yang membedakan bootcamp dengan pelatihan pada umumnya adalah program pelatihan yang ditawarkan bootcamp adalah khusus bagi orang-orang yang ingin mendalami keterampilan dalam bidang Informasi & Teknologi. Jadi, istilah bootcamp ini memang secara istilah dikhususkan untuk di bidang IT ya. 

Pada awalnya, bootcamp adalah program pelatihan ilmu programming saja. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan minat masyarakat terhadap karir di bidang Teknologi dan Informasi, kini kelas bootcamp sudah mencakup banyak trek atau fokus studi. Mulai dari desain UIX, Artificial Intelligence, Data Science, dan masih banyak lainnya. Di Indonesia sendiri juga penyelenggara bootcamp makin banyak, tentunya dengan kelebihan masing-masing dan program mereka yang tentunya berbeda satu dengan yang lainnya.

Di pesatnya perkembangan era industri 4.0 ini, bootcamp menjadi solusi bagi orang-orang yang ingin belajar lebih dalam soal IT dengan cepat. Mengingat betapa luasnya prospek karier di bidang IT saat ini di Indonesia, hal ini sangat bisa dipahami. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ilmu yang didapat dari bootcamp dapat menyeimbangi ilmu sesorang yang belajar di bangku kuliah dengan fokus studi yang sama? Berikut adalah perbandingan antara bootcamp dengan kuliah yang wajib kamu tahu sebelum memutuskan untuk daftar kelas bootcamp!

Bootcamp vs Kuliah: Apa Bedanya?

Saat ini, banyak sekali penyelenggara bootcamp yang memiliki program super keren. Dengan mentor dosen-dosen besar, kurikulum yang rapi, dan juga sertifikat yang prestigious. Tetapi, apakah bootcamp sama dengan kuliah? Nah, agar tidak ada miskonsepsi, baca beberapa perbedaannya di bawah ini ya!

1. Durasi

Secara durasi, tentu saja bootcamp dan kelas di bangku kuliah memiliki perbedaan yang signifikan. Jika kuliah memerlukan sekitar 4 tahun untuk lulus dan mendapat gelar, program bootcamp hanya membutuhkan waktu sekitar 12-15 minggu saja.

Perbedaan durasi ini tentu didasarkan pada perbedaan dalam muatan materi pelajaran. Walaupun sama-sama mempelajari fokus studi yang sama, materi pelajaran di perkuliahan lebih memiliki kurikulum yang terstruktur. Poin ini akan kita bahas lebih lanjut di bahasan selanjutnya!

2. Kurikulum

Menurut KBBI, kurikulum adalah sebuah perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan. Dalam kasus bootcamp vs kuliah ini, tentu saja kurikulum yang diajarkan di bangku kuliah lebih terstruktur dan lebih mendalam karena masing-masing mata kuliahnya saling berkaitan. Sedangkan, kurikulum bootcamp adalah berorientasi pada praktik. Dimana, tidak semua hal tentang suatu fokus studi akan dipelajari.

Kurikulum pada kelas bootcamp adalah bahasan akan sesuatu yang spesifik dengan mendalam. Misalnya, kamu mengikuti kelas bootcamp dengan trek atau fokus studi Data Science. Masing-masing penyelenggara bootcamp akan memiliki kurikulum yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti, materi yang kamu pelajari tentunya tidak akan membahas semua hal tentang Data Science itu sendiri.

Data tentang kurikulum bootcamp biasanya akan disediakan dari pihak penyelenggara bahkan sebelum kamu mendaftar. Jadi, pastikan kurikulum yang disediakan sesuai dengan tujuan kamu mendaftar kelas bootcampnya ya! Cek selalu apakah penyelenggara bootcamp memiliki website yang accessible atau kontak aktif yang bisa kamu tanya soal kurikulum agar kamu tidak salah langkah.

3. Tujuan dan Outcome

Perbedaan yang paling penting antara kuliah dan bootcamp adalah tujuan pelaksanaannya serta outcome yang akan dihasilkan. Keduanya memang sama-sama bertujuan untuk menambah wawasan. Bedanya, mahasiswa yang lulus dari bangku kuliah akan mendapat gelar dan menjadi sarjana. Sedangkan peserta bootcamp diarahkan untuk menjadi praktisi dengan bekal yang membuat mereka siap kerja. Dalam pelaksanaannya, tidak sedikit juga bootcamp yang memiliki materi pengembangan karier, akan pesertanya tidak bingung harus kemana setelah lulus dari bootcamp tersebut.

Peserta bootcamp juga lebih beragam, dengan rentang usia mulai dari 18-30 tahun. Ini membuat semua orang, bahkan yang sudah memiliki pekerjaan pun memiliki kesempatan untuk banting setir karier dengan memanfaatkan program bootcamp. Kurikulumnya yang ringkas dan jumlah peserta yang terbatas juga membuat pembahasan bootcamp bisa lebih intensif, sehingga kamu tidak perlu ragu untuk belajar walau belum memiliki skill sebelumnya.

Jenis-jenis Bootcamp

Jenis-jenis bootcamp

Setelah mengetahui perbedaan antara bootcamp dan kuliah, pasti sekarang kamu sudah mulai tercerahkan kan? Sekarang, saatnya kita bahas soal jenis-jenis bootcamp yang biasa diselenggarakan yuk! Menurut HashMicro, ada 3 jenis bootcamp yang dibagi berdasarkan flexibilitasnya. Yaitu:

1. Offline Bootcamp

Sesuai namanya, jenis bootcamp ini dilaksanakan di luar jaringan atau secara tatap muka. Jenis yang satu ini mengharuskan semua peserta untuk bertemu di satu tempat. Selama pandemi kemarin, offline bootcamp memang sudah mulai berkurang karena adanya kebijakan PPKM. Tetapi, ketika kondisi sudah semakin membaik, tidak ada salahnya untuk kamu ikut offline bootcamp ya! Karena pasti pengalaman mengikuti bootcamp dengan bertemu langsung dengan teman-teman batch kamu sangatlah menyenangkan. Bayangkan deh ketika demo day dan kalian mempresentasikan ide secara langsung. It must be so fun, right?

2. Live Online Bootcamp

Jenis yang kedua ini pasti jadi yang paling populer dan paling sering didengar ya? Live online bootcamp ini jadi platform yang menarik dimana peserta dan mentor dapat berinteraksi secara langsung. Jadi, tidak mengurangi interaksi ya! Malah, banyak juga mentor kreatif yang membuat kelas bootcampnya se-interaktif mungkin dengan membuat games atau group discussion. Biasanya, live online bootcamp ini berlangsung di platform seperti Zoom, Google Meet, dan sebagainya.

3. Self-Paced Bootcamp

Self-paced bootcamp adalah jenis bootcamp yang berlangsung secara online tetapi tidak terikat waktu maupun interaksi dengan mentor dan peserta lainnya. Sesuai namanya, self-paced, bootcamp jenis ini bergantung pada diri kamu sendiri. Sebagai peserta, kamu bisa ikut bootcamp dari mana saja dan kapan saja. Biasanya, ada juga penyelenggara self-paced bootcamp yang tetap menyediakan mentor secara offline untuk memberi tugas atau memberi assessment untuk membimbing para pesertanya kok! Bagi kamu yang sudah bekerja atau sibuk dengan kegiatan lain, self-paced bootcamp adalah pilihan yang tepat!

Kenapa Harus Coba Ikut Bootcamp?

Gimana, setelah baca materi di atas, sudah yakin belum untuk ikut bootcamp? Kalau belum, kita akan makin meyakinkan kamu dengan bahas apa aja sih manfaat ikut bootcamp dan kenapa kamu harus coba ikut bootcamp, walaupun kamu sedang tidak punya urgensi untuk ganti karier sekalipun!

1. Menambah wawasan

Mulai dari manfaat yang paling jelas, pastinya menambah wawasan! Ingat kan, kalau waktu yang kamu butuhkan untuk ikut bootcamp itu hanya sekitar 15 minggu saja? Dengan waktu sesingkat itu, kamu bisa memperluas wawasan dan itu adalah hal yang sangat priceless! Apalagi jika kamu masih duduk di bangku kuliah atau di tahun akhir. Kamu bisa curi start dan dapatkan ilmu yang setara dengan kakak-kakak first-jobber loh. Gak lagi takut sama skill gap kan?

2. Networking

Lewat bootcamp, kamu bisa bertemu orang-orang hebat yang memiliki ambisi sama dari background yang berbeda-beda. Karena tidak menutup kemungkinan kalau peserta bootcamp adalah orang-orang yang sudah memiliki pekerjaan di luar bidang materi bootcamp yang kamu pelajari, kamu juga bisa saling sharing tentang pekerjaan kamu. Tidak hanya itu, karena kelas yang intensif dan juga interaktif, kamu juga bisa lho kenalan dengan mentor-mentor keren bootcamp. Mungkin, kamu juga bisa add profile Linkedin mereka. Lumayan kan, bisa kenal orang-orang hebat?

3. Bangun portofolio

Bootcamp akan memberikan kamu sertifikat yang bisa digunakan untuk mempercantik portofolio kamu. Tidak jarang juga ada penyelenggara bootcamp yang memberikan sertifikat dari nama-nama besar seperti Google Career Certificate. Sertifikat ini nantinya tidak hanya membuat portofolio kamu semakin berbobot, namun juga menjadi kepuasan tersendiri kan, kalau effort yang kamu keluarkan untuk belajar di bootcamp ini mendapat validasi?

4. Meningkatkan kompetensi diri

Di kelas bootcamp, kamu tidak hanya belajar materi bootcamp-nya saja. Tetapi kamu juga akan belajar dan diajari oleh mentor kamu untuk melatih critical thinking, berani public speaking, menyusun presentasi, dan bersosialisasi dengan peserta bootcamp lainnya. Hal-hal ini nantinya akan berguna bahkan di luar program bootcamp, karena merupakan kompetensi atau soft skill yang bisa meningkatkan value diri kamu.

5. Membuka peluang karier

Kalau poin ini sih, tidak bisa dipungkiri lagi. Tidak hanya manfaat, bahkan memang tujuan bootcamp adalah untuk membuka peluang karier bagi semua peserta bootcamp. Kalau kamu baca lagi soal manfaat ikut bootcamp di atas, dari poin 1-4, semuanya berpotensi untuk membuka peluang karier lho. Dari wawasan yang bertambah, koneksi yang makin luas, portofolio yang makin keren, hingga kompetensi diri yang makin matang, semuanya bertujuan untuk memperluas jenjang karier kamu.

Baca juga : Intip Bootcamp yang Bikin Kamu Jago Tech Skill dan Siap Kerja!

Kesimpulan

Bootcamp adalah shortcut bagi kamu, terutama mahasiswa atau career shifter yang ingin mahir di dunia IT sesuai minat masing-masing, untuk makin siap kerja. Dengan flexibilitas yang ditawarkannya, bootcamp bisa menjamin kamu untuk tetap bekerja dengan intensif tetapi tetap menyenangkan! Jika kamu lebih suka kelas yang kaya dengan interaksi, kamu bisa ikut jenis bootcamp secara offline atau live. Tetapi, jika kamu lebih suka belajar dengan pace sendiri dan memiliki kegiatan yang padat, kamu bisa mencari penyelenggara yang menyediakan self-paced bootcamp. Apapun pilihan kamu, semuanya tetap enjoyable and fun!

Kapan Bisa Ikut Bootcamp?

Jawabannya, kamu bisa ikut bootcamp kapan saja setelah ada pengumuman dari penyelenggara bootcamp! Tapi, kalau kamu sudah tidak sabar untuk ikut program bootcamp, tenang saja, karena sekarang Startup Campus sedang buka public bootcamp! Ada 4 trek yang bisa kamu pilih dan ikuti sesuai dengan minat masing-masing, yaitu:

  1. Founder
  2. Data Science
  3. Artificial Intelligence
  4. UI/UX Design

Dalam 3 bulan, kamu akan dibimbing oleh mentor-mentor yang ahli dalam bidangnya di kelas yang interaktif bersama dengan peserta lainnya. Di public bootcamp Startup Campus ini, kamu juga akan mendapat materi persiapan karier dan difasilitasi dengan komunitas alumni dimana semua peserta bisa menjadi bagian dari Startup Campus Family!

Tidak hanya itu, Startup Campus juga sudah menjadi partner Google Career Certificate dan akan memberikan sertifikat Google secara gratis bagi 3 murid terbaik di batch kali ini. Menyambut antusias yang luar biasa, kami juga mengadakan harga promo sebesar 80% dimana kamu cukup membayar Rp 4.000.000,- saja dan mendapatkan value sebesar Rp 20.000.000,-! It’s too much of a good deal to miss, so register yourself fast!

Untuk info selengkapnya, kamu bisa tanya Admin MinStar lewat Direct Message ya. Sekedar mengingatkan, kuota public bootcamp terisi makin cepat. Jadi, yuk daftar sekarang!

Klik di sini untuk daftar public bootcamp by Startup Campus.

Picture of Startup Campus

Bagikan Artikel

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x