Diskon Bootcamp di Startup Campus

Pelatihan Skill Digital Seperti Apa yang Benefit untuk Karier?

Contents

Di tengah ramainya isu resesi dan meningkatnya angka pengangguran di Indonesia, persaingan job seekers dalam mencari kerja juga makin sengit. Dari banyaknya lowongan kerja, bidang atau industri yang paling banyak menarik peminat adalah industri digital. Menurut riset JobStreet yang dikutip dari KataData.co.id, permintaan perusahaan akan tenaga IT dan digital meningkat 34% di akhir tahun 2021 dan terus meningkat hingga sekarang.

Sayangnya, dengan persaingan yang sengit, lowongan kerja di bidang tersebut belum cukup untuk melingkupi banyaknya angka pengangguran di Indonesia saat ini. Bagaimana tidak? Menurut penelitian Bank Dunia dan McKinsey, diketahui bahwa hingga tahun 2030 nanti, Indonesia membutuhkan total 9 juta talenta digital atau sekitar 600 ribu orang setiap tahun. Sedangkan, ada sekitar 1 juta lulusan S1/diploma pengangguran tiap tahunnya, dan angka ini harus bersaing juga dengan job seeker lain yang sudah memiliki pengalaman kerja. Sebuah kompetisi yang sulit, bukan? Problema ini ada namanya loh, yaitu skill gap.

Hati-hati, ada skill gap!

Mengutip artikel dari HRnote.asia, skill gap adalah kondisi dimana adanya perbedaan keterampilan yang diharapkan perusahaan untuk karyawan mereka dan keterampilan yang sebenarnya dimiliki karyawan. Skill gap ini terjadi di hampir semua industri bisnis, tetapi khusus untuk industri digital, perbedaan skill ini terlihat sangat kentara. Ingat, Indonesia butuh 600 ribu talenta digital tiap tahunnya!

Saat ini, permasalahan yang ada di Indonesia soal skill gap adalah kurangnya fundamental skill dan terjadinya kesenjangan pembelajaran (learning gap) di kalangan job seeker. Kesenjangan ini tidak hanya terjadi di kalangan fresh graduate saja, namun juga orang-orang junior worker yang sudah terjun ke dunia kerja.

Tingginya kebutuhan akan talenta digital yang memiliki keterampilan ini membuat perusahaan makin selektif untuk memilih karyawan. Karena, dari banyaknya pelamar kerja, pasti tidak semuanya memiliki keterampilan yang cukup untuk standar sebuah perusahaan. Apalagi, jika posisi pekerjaan yang dibutuhkan sudah di level senior. Untuk mencari talenta digital yang entry level saja sudah sulit, apalagi yang sudah senior kan?

Karena, seperti hal yang sudah umum terjadi di semua perusahaan, pasti akan ada turnover posisi yang disebabkan oleh banyak hal. Ada karyawan yang pindah ke perusahaan lain, switch career, menikah atau bahkan memang sudah di usia pensiun. Hal ini memang wajar terjadi, tetapi yang jadi masalah adalah jika perusahaan membiarkan posisi yang ditinggalkan kosong dalam waktu yang lama karena belum menemukan kandidat yang tepat.

Di artikel yang sama, tertulis juga berbagai bidang industri yang paling terkena dampak dari skill gap. Diantaranya adalah: machine learning, big data & cloud system, teknologi komputer, serta marketing. Dampak yang muncul pada industri-industri tersebut adalah:

  • Menurunnya tingkat produktivitas perusahaan
  • Muncul masalah kinerja karyawan
  • Daya saing antar perusahaan menurun
  • Turunnya profit perusahaan

Jadi, skill gap ini memang menjadi masalah bagi kedua sisi, baik untuk pelamar kerja dan untuk perusahaan. Perusahaan kesulitan mencari talenta digital yang kompeten, serta pelamar kerja sulit untuk mendapatkan pekerjaan di posisi yang mereka harapkan.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Ada banyak cara, sebenarnya. Tetapi, akhir-akhir ini, yang paling populer di kalangan fresh graduates maupun jobseeker adalah pelatihan skill digital atau bootcamp.

Baca juga :Intip Bootcamp yang Bikin Kamu Jago Tech Skill dan Siap Kerja!

Apa itu pelatihan skill digital?

Pelatihan skill digital adalah sebuah program yang dibuat lembaga pelatihan dengan tujuan mengasah skill pesertanya dalam bidang ilmu digital. Kelas yang dibuka bisa bermacam-macam. Tetapi, ada beberapa kelas high-demand yang memang dibutuhkan di Indonesia, baik itu untuk melatih soft skill maupun hardskill yang akan bermanfaat untuk job seeker bertarung di revolusi industri 4.0. Kelas-kelas tersebut diantaranya adalah:

1. Keterampilan Teknis (hard skills)

– Big Data Analytics
– Data Science
– UI/UX Design
– Artificial Intelligence
– Cybersecurity
– Cloud Computing
– Machine Learning

2. Keterampilan Nonteknis (soft skills)

– Critical Thinking (berpikir kritis)
– Creativity (kreatif)
– Collaboration (kolaborasi)
– Communication (Komunikasi)

Baik soft skill maupun hard skill tidak bisa diajarkan secara otodidak, terutama bagi soft skill. Jadi, banyak orang yang mencari lembaga pelatihan skill digital untuk membantu mereka mengasah keterampilan tersebut. Di industri digital, pelatihan skill digital ini juga sering disebut sebagai bootcamp.

Jenis pelatihan skill digital ada banyak. Namun, yang paling umum diketahui orang-orang adalah pembagian jenis berdasarkan cara belajar atau fleksibilitas kelasnya. Jenis ini dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Pelatihan Offline
Dilakukan secara tatap muka di dalam kelas bersama mentor atau speaker yang bertugas.

2. Pelatihan Online (Live)
Dilakukan secara online menggunakan platform video conference seperti Zoom atau Google Meet. Biasanya tetap ada interaksi dua arah antara peserta dan speaker melalui live session.

3. Pelatihan Self-Paced
Dilakukan secara pribadi oleh para peserta menggunakan device masing-masing. Biasanya menggunakan materi video yang dapat ditonton kapan saja dan dimana saja.

Saat ini, lembaga pelatihan yang menawarkan pelatihan skill digital sudah menjamur di Indonesia. Dari segi kelas, benefit, dan harga juga ada bermacam-macam. Supaya kamu tidak salah pilih pelatihan, kami sudah rangkum beberapa poin penting yang harus dimiliki sebuah pelatihan skill digital (bootcamp) yang bisa memberi benefit untuk pesertanya!

Baca juga: Bootcamp adalah Solusi Tepat untuk Belajar IT yang Menyenangkan!

Tips memilih bootcamp yang benefit untuk karier

1. Pastikan kelas yang dipilih sesuai dengan karier impian

Biasanya, sebuah lembaga pelatihan skill digital akan membuka lebih dari satu kelas dalam periode yang sama. Sebelum memilih kelas, kamu harus pastikan dulu apakah kelas yang kamu pilih sudah sesuai dengan karier impianmu atau belum. Caranya adalah cari apakah lembaga tersebut sudah mencantumkan kurikulum yang akan dipelajari atau tidak. Jika tidak, coba hubungi contact person mereka. Jangan takut ya, ini adalah bagian dari riset kecil kamu agar tidak salah pilih. Jika pihak lembaga tidak membantu kamu, coret saja dari list!

2. Pastikan materi sesuai dengan standar & berbobot

Poin kedua ini ada hubungannya dengan poin sebelumnya. Ketika sudah mendapatkan materi kurikulum, pastikan kalau bahasan di pelatihan tersebut masih relevan dengan kebutuhan perusahaan di masa kini. Untuk lebih meyakinkan pilihanmu, kami sarankan untuk mencari lebih dari satu lembaga pelatihan dan bandingkan kurikulum mereka. Pilih yang menurut kamu paling berbobot ya!

3. Pastikan speaker sudah berpengalaman

Poin ketiga ini bisa dibilang adalah poin terpenting. Karena nantinya, ilmu yang akan kamu pelajari akan didapatkan dari mereka. Pastikan speaker di pelatihan skill digital yang kamu pilih sudah berpengalaman, sehingga ilmu yang mereka ajarkan sudah pasti kredibel. Lebih baik lagi kalau para speaker tersebut adalah expert atau praktisi dari bidang yang mereka ajarkan. Karena, dengan terjun langsung di pekerjaan mereka, para speaker ini pasti bisa memberikan materi dengan lebih lancar dan terupdate, sehingga tidak akan ada misinformasi.

Serunya dari pelatihan skill digital juga ada lembaga yang menyediakan sesi untuk peserta berinteraksi langsung dengan speaker. Sehingga, setelah pelatihan selesai pun, kamu bisa terus menjalin koneksi dengan mereka. Siapa tahu nantinya koneksi ini bisa menjadi benefit untuk kamu mencari kerja nantinya.

4.Pastikan lembaga pelatihan menyediakan sertifikat resmi

Tidak hanya sekedar untuk gengsi, sertifikat juga berfungsi sebagai tanda kelulusan dan penilaian kompetensi dari pelatihan skill digital tersebut. Sertifikat ini akan berguna untuk menambah kredibilitas kamu di CV/portofolio untuk melamar kerja. Sayangnya, banyak lembaga pelatihan yang asal membuat sertifikat hanya sebagai tanda mata. Kamu harus coba cek testimoni dari peserta sebelumnya untuk melihat apakah lembaga yang kamu pilih sudah memiliki sertifikat resmi atau belum.

5. Pastikan harga tidak overpriced

Poin terakhir ini ditujukan untuk kaum mendang-mending yang suka merasa bahwa harga pelatihan skill digital ini selangit. Memang, tidak sedikit lembaga yang memasang harga bootcamp puluhan juta rupiah. Jika dari lembaga yang sudah ternama, pasti kamu bisa memaklumi kan? Tetapi jangan salah, ada juga kok lembaga baru yang ikut memasang harga tinggi. Kamu harus waspada ya, agar tidak kena scam. Masih ada kok pelatihan skill digital yang terjangkau asal kamu riset!

Kenalan sama Public Bootcamp Startup Campus yuk!

Nah, supaya memudahkan riset kamu, mending kenalan aja sama Startup Campus.

Startup Campus adalah lembaga pelatihan skill digital dengan fokus mengajarkan ilmu digital yang high-demand bagi pesertanya melalui kelas yang interaktif dengan bantuan mentorship dan pengembangan project riil. Hingga tahun 2022 kemarin, Startup Campus mendapat peningkatan peminat sebesar 7x lipat dan telah mengumpulkan ±15.000 pendaftar dari berbagai trek yang mereka buka. Saat ini, Startup Campus menjadi lembaga di bawah Kampus Merdeka dan di awal tahun 2023 sudah membuka program Studi Independen batch 4 dengan peminat yang luar biasa.

Awal tahun 2023 ini, Startup Campus juga mengeluarkan terobosan berupa kerjasama dengan Google Indonesia berupa beasiswa Google Career Certificate untuk 300 orang dengan pilihan trek UX design dan Data Analitik. Program ini menarik banyak perhatian dari media dan antusiasme dari calon peserta, dengan total pendaftar sekitar 7.000 orang!

Achievement yang Startup Campus raih di atas tidak lain didukung oleh peserta yang merasa bahwa layanan dan materi yang diberikan di pelatihan skill digital Startup Campus worth it untuk didapatkan. Tidak aneh, kalau lembaga ini mendapatkan skor 78 untuk net promotor score yang mengindikasi kepuasan peserta terhadap Startup Campus.

Setelah sukses dengan program-program sebelumnya, kini Startup Campus juga membuka pelatihan skill digital alias Public Bootcamp yang bisa diikuti semua orang yang memenuhi syarat. Public Bootcamp ini membuka 4 trek yang akan menjawab kebutuhan keterampilan in-demand di industri digital Indonesia saat ini, yaitu:

  • The Founder
  • Data Science
  • UI/UX Design
  • Artificial Intelligence

Kini, kelas telah dibuka dengan harga spesial KHUSUS BATCH 1 senilai Rp 4.000.000,- dari harga normal Rp 20.000.000,-! Dengan harga tersebut, kamu bisa mendapatkan benefit berupa:
✔️ Kesempatan mendapatkan Google Career Certificate (3 peserta terbaik)
✔️ Modul belajar, e-book, dan referensi belajar lainnya
✔️ Pendanaan untuk eksperimen belajar atau pengembangan produk
✔️ Speaker berpengalaman dari kalangan praktisi industri digital
✔️ Networking dengan para pakar
✔️ Sertifikat Resmi
✔️ Pengalaman kerja nyata melalui proyek riil, dan
✔️ Kesempatan mendapat rekomendasi internship dengan perusahaan mitra

Bisa dilihat kan kalau semua poin di atas sudah mencakup tips memilih bootcamp yang benefit untuk karier kamu? Jadi, kamu gak perlu riset jauh-jauh lagi untuk menemukan pelatihan skill digital yang tepat. Daftar di Startup Campus aja, karena hanya di public bootcamp Startup Campus kamu bisa wujudkan #DariMahirJadiKarier.

public bootcamp intensif startup campus

Klik di sini untuk daftar dan dapatkan diskonnya! Ingat, diskon ini terbatas.

Sampai jumpa di Public Bootcamp!

Picture of Startup Campus

Bagikan Artikel

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Buka Akun Binance

Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x