CivilArch: Dari Kuliah Teknik Sipil Sampai Bisa Bikin Project Riil

Contents

Ada yang bilang, mahasiswa adalah agent of change. Untuk menjadi perwujudan dari titel tersebut, mereka harus berani membuat perubahan. Bagi Rafi, perubahan itu dimulai dari sebuah langkah kecil. Berangkat dari ilmu yang didapat saat berkuliah di jurusan teknik sipil, ia berhasil mewujudkan startup impiannya yang bergerak di bidang konstruksi dengan tujuan membantu semua orang untuk memiliki hunian sesuai keinginan mereka. Simak cerita Rafi, Co-Founder CivilArch di sini!

Dari Keresahan Jadi Kesadaran

Ini kisah permulaan CivilArch lahir!

CivilArch lahir dari keresahan sang founder setelah melihat kenyataan yang terjadi di masyarakat, terutama soal isu tempat tinggal. Setelah Ia amati, di Indonesia, tempat yang kini menjadi tempat tinggalnya ini memiliki segudang masalah. Mulai dari harga tanah yang kian naik, sengketa tanah, hingga slum area (pemukiman kumuh). Sebagai mahasiswa Teknik Sipil, Rafi pun sadar kalau dirinya bisa ikut andil untuk menyelesaikan masalah ini.

Menurut Rafi, mahasiswa harus memiliki idealisme yang tinggi terhap suatu hal, dan siap untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Mengingat dirinya sendiri juga belum banyak berpartisipasi, Ia ingin merubah hal ini dengan mengimplementasikan ilmu Teknik Sipil yang dipelajari selama kuliah untuk mengabdi pada masyarakat. Akhirnya, Ia memulai dengan langkah kecil, yaitu membuat konsep awal startup CivilArch.

Konsep ini didasari dari kesadaran yang tumbuh terhadap isu yang ada di masyarakat terhadap kebutuhan ruang dan perlunya kontribusi lebih mahasiwa di Indonesia, terutama di bidang arsitektur dan teknik sipil, yang kemudian menjadi inspirasi penamaan startup ini yaitu CivilArch (Civil Engineering & Architecture).

Baca juga : Organotani, Platform B2B Unik untuk Bantu Petani Organik

Meet CivilArch, partner andalan membangun hunian!

Dari konsultan, jembatan, hingga jadi kawan.

CivilArch melakukan special launching melalui Webinar Civilarch 1.0 dengan tema “Tantangan Dunia Pembangunan di Masa Depan” pada tanggal 10-11 April 2021 via Zoom. Event ini cukup menarik banyak perhatian masyarakat, melihat pembicara-pembicaranya yang luar biasa, yaitu:

1. Ir. Gunadi, MM

Direktur Operasi 3 PT. Waskita Karya (Praktisi)

2. Dr. Techn. Ir. Sholihin As’ad, M.T

Dekan Fakultas Teknik UNS (Akademisi)

3. Ir. Endah Sitaresmi Suryandari

Kepala PUPR Surakarta (Pemerintah)

4. Akhmad Ramdhon, S.Sos., M.A.

Dosen Sosiologi UNS (Akademisi)

5. Hikmatyar Abdul Aziz

Founder Hikmatyar Aziz Architecth (Praktisi)

Banyaknya pembicara ini bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat luas dengan mendengar perspektif dari berbagai sisi soal tantangan dunia dalam pembangunan di masa depan. Harapannya, CivilArch bisa hadir sebagai solusi bagi masyarakat dan mahasiswa untuk menjawab permasalahan di bidang terkait.

Hal ini juga sejalan dengan 3 peran utama CivilArch, yaitu:

  1. Konsultan yang siap melayani masyarakat di bidang teknik sipil dan arsitektur
  2. Kawan belajar bagi sesama mahasiswa jurusan terkait
  3. Jembatan antara mahasiswa dan masyarakat dalam bidang social movement

Dengan tujuan yang jelas dan eksekusi yang rapi ini, Civilarch berhasil dikenalkan kepada masyarakat luas. See? Mulai dari langkah kecil, kini Rafi dan teman-teman pendiri CivilArch sudah selangkah lebih dekat dengan impian mereka! Kini, project CivilArch sudah semakin banyak. Salah satunya adalah renovasi Masjid Al-Fattah untuk SMAN 4 Kota Bengkulu. Keren ya?

Baca juga : Salah Jurusan Kuliah? Jangan Nyesel, Ada Aksel!

Bangun Mindset Founder Kalau Mau Sukses!

Ini 5 hal penting yang wajib founder ketahui, menurut Rafi

Membangun CivilArch di bangku kuliah, tentu saja membangun startup ini tidak mudah bagi Rafi dan founder lainnya. Tidak hanya menjadi mahasiswa yang baik, Rafi juga harus belajar menjadi Project Manager yang baik untuk startup yang dibentuknya. Tiap langkahnya berarti bagi CivilArch, sehingga banyak hal yang harus ia pelajari dalam waktu singkat. Apalagi, Rafi pun harus membagi waktu berharganya dengan kewajibannya di tempat kerja.

Yup, sang co-founder ini ternyata membangun CivilArch sambil bekerja dan kuliah. Multitasking seperti ini mungkin terdengar sangat sulit bagi beberapa orang. Namun, tidak halnya dengan Rafi. Hal ini tidak terlepas dari bantuan yang diberikan saat Rafi menjadi peserta Startup Campus batch 1 di trek Founder!

rafi prasetya co-founder civilarch
Foto Rafi Prasetya Co-Founder Civilarch

Setelah menjalani kurang lebih 4 bulan kelas di Startup Campus, Rafi merasa ada banyak perubahan dalam dirinya. Melalui interview bersama Startup Campus, Ia juga menjabarkan 5 pelajaran yang dia ambil dari Startup Campus. Hal tersebut bisa dibilang adalah How to Be Founder 101, atau hal-hal yang wajib diketahui founder startup sebelum mulai membangun startup!

1. Memiliki mindset bisnis

Baik itu untuk bisnis sendiri atau bekerja diperusahaan orang lain, Startup Campus melatih pesertanya untuk selalu bergerak maju dan berkembang, bisa dimulai dari belajar memahami sistem yang membuat kita menemukan celah untuk meningkatkan apa yang kurang. Hal ini bisa dirasakan terutama untuk peserta kelas founder, yang memang dilatih untuk memiliki otak bisnis!

2. Belajar mengontrol diri

Tidak hanya melatih otak bisnis, kamu juga harus belajar mengontrol diri. Selama program Startup Campus menyediakan sesi meditasi untuk melatih ketenangan diri ketika menghadapi pekerjaan yang hectic. Sehingga ketika dihadapkan pada dunia kerja yang sesungguhnya, kita mampu menguasai diri dengan baik. Hal ini sangat penting untuk dikuasai founder, agar menjadi atasan yang pintar mengelola bisnis juga emosinya.

3. Harus rajin riset

Agar bisnis kamu lancar, semua keputusan harus didasarkan pertimbangan yang matang. Hal ini hanya bisa dilakukan kalau kamu rajin melakukan riset. Di Startup Campus, kita diajari untuk selalu melakukan riset sebelum bertindak. Melihat kondisi sekitar dan peka terhadap keadaan. Penting untuk memastikan segalanya terukur agar ide yang kita miliki sejalan dengan peluang.

4. Menjaga Efisiensi Kerja

Tidak hanya soal waktu, di Startup Campus, kamu juga akan diajarkan soal efisiensi kerja. Sebagai founder, kamu harus bisa mengatur skala prioritas dan memilih dengan siapa kita bekerja sama. Karena, ternyata komposisi tim yang tepat dapat membantu kerja semakin efisien.

5. Membentuk mental pejuang

Selama mengikuti kegiatan di Startup Campus, banyak sekali kegiatan penuh tantangan yang mendorong kita belajar mengalahkan rasa takut, seperti pitching dan demo day. Di event tersebut, kamu akan bertemu dengan tim yang tidak kalah kerennya, dan kamu harus berjuang untuk menjadi tim terbaik agar menang. Kegiatan ini bisa membentuk mental kita menghadapi tantangan di dunia kerja yang nyata.

Baca juga : LesQ: Bimbel untuk Mahasiswa yang Butuh Waktu Belajar Extra

Mau Jadi Founder? Mulai dari Sini.

Daftar Public Bootcamp Startup Campus.

Pencapaian Rafi hingga sejauh ini tidak terlepas dari semangatnya dan motivasi besar untuk memajukan pembangunan di Indonesia. Kami yakin, di luar sana masih banyak Rafi-Rafi lain yang belum berani merealisasikan idenya. Atau, mereka sangat ingin merealisasikan startup impian, tetapi terhalang pengalaman dan pengetahuan yang masih minim?

Atas dasar inilah Startup Campus hadir! Kami bertekad untuk mendukung semua peserta menjadi talenta digital siap kerja di masing-masing trek yang mereka tekuni. Di tahun 2023 ini, kami membuka public bootcamp dengan 4 pilihan trek, yaitu The Founder, Data Science, Artificial Intelligence, dan UI/UX Design.

Semoga kisah Rafi di atas menjadi inspirasi bagi kamu, kalau siapapun bisa menekuni ilmu mereka sampai mahir, untuk dikembangkan menjadi karir! 

Kini saatnya kamu unjuk diri dan ambil kesempatan untuk bisa #DariMahirJadiKarier di Public Bootcamp Startup Campus. Ambil trek sesuai minat dan bakatmu yuk!

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut. Kami tunggu kehadiran kamu di Public Bootcamp ya!

Bella Sheilaturahmi Arifin
Halo saya Bella Sheilaturahmi Arifin. Saya adalah penulis konten di website Startupcampus.id. Senang bisa berbagi!

Bagikan Artikel

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Subscribe
Notify of
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x