Salah Jurusan, Bikin Kuliah Jadi Masalah?

Contents

Bukan hal baru mendengar lulusan SMA/SMK/sederajat melanjutkan perkuliahan di perguruan tinggi di Indonesia. Kuliah seolah pilihan utama ketika lulus. Meski tidak menutup fakta, ada juga yang tidak kuliah karena beberapa alasan.

Baca juga : Studi Independen Tanpa Uang Saku? Gak Masalah

Mengapa kuliah itu penting?

Kita tentu menyadari hampir sebagian besar lulusan SMA/SMK/sederajat memang belum siap kerja dan bahkan menciptakan lapangan kerja/entrepreneur. Masih banyak yang skill dasar yang tertinggal dan belum dikuasai, seperti literasi digital, komunikasi, problem solving & decision making, data analisis, dan lain sebagainya.

Jenjang perkuliahan memungkinkan kita belajar dan mengasah skill dasar tersebut dan disesuaikan dengan jurusan atau program studi pilihan. Pada jenjang ini, mahasiswa yang lulus diharapkan bisa siap kerja di industri atau bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri. Oleh karena itu, penting bagi seorang mahasiswa memilih program studi yang tepat, agar bisa lebih mudah menguasai skill yang sesuai konteks industri pilihan.

Mengapa perlu memilih jurusan/program studi yang tepat?

Kita sering mendengar kisah anggota keluarga, orangtua, teman, dan orang di sekitar kita tentang cerita “Salah Jurusan”. Kuliah Pertanian, kerja di Bank. Kuliah Psikologi, kerja sebagai desainer. Apakah salah jurusan adalah hal yang buruk? Tentu tidak, apalagi kalau kita lihat sendiri mereka menjalani dengan senang hati. Kariernya melesat, gajinya meroket. Tapi kita tidak tahu perjuangan adaptasi yang terjadi di belakang kesuksesannya. Tak jarang, butuh waktu 6-8 bulan untuk mendapat pekerjaan yang bisa menerima fakta bahwa program studi yang ditempuh berbeda dengan minat kita. Bahkan kita perlu mengambil pelatihan atau bootcamp tambahan untuk mempertajam skill kita karena saat kuliah belum sempat diasah.

Maka alangkah lebih baik jika sudah memilih jurusan/program studi yang tepat sejak awal. Proses adaptasi bisa lebih minim, kita bisa lebih fokus pada kebutuhan industri saat ini.

Baca juga : LesQ: Bimbel untuk Mahasiswa yang Butuh Waktu Belajar Extra

Program Studi yang dibutuhkan industri saat ini

Semua jurusan/program studi tentu bisa diminati siapa saja, tidak ada program studi yang jelek atau buruk. Namun kita perlu memperhatikan trend kebutuhan industri saat ini untuk memaksimalkan proses belajar kita saat kuliah. Trend di industri saat ini sangat mengarahkan kita untuk bekerja dan berkarya di bidang digital, di bidang teknologi.

Bagaimana contohnya? Misal, kamu minat dengan angka, data dan statistik. Ada banyak program studi yang bisa kamu pilih yaitu: Statistika, Matematika, dan Ilmu Data.

Baca juga : 5 Pekerjaan IT Tanpa Koding!

Mana program studi yang sedang menjadi trend di industri? Ilmu Data. Kamu bisa menjadi Data Analytics, Data Scientist, Data Architect, dan lain sebagainya.

Apakah jika berkuliah di Statistika dan Matematika tidak bisa masuk ke industri? Bisa. Tapi belum tentu bisa dimulai dari tahun pertama perkuliahan. Fokus tujuan pembelajarannya berbeda, kurikulumnya berbeda. Kamu mungkin butuh tambahan belajar di tempat lain untuk mematangkan minat kamu menjadi skill yang siap digunakan. Itulah pentingnya kita menyesuaikan minat dengan konteks berupa trend industri saat ini.

Trend industri memang tidak kekal abadi, bisa saja berubah dan semua tergantung perkembangan teknologi. Di masa depan, teknologi yang akan menggerakkan kita lebih maju lagi. Bisa saja datang trend healthcare dengan bantuan teknologi, trend Artificial Technology, trend asesmen psikologi dengan aplikasi. Maka bisa disimpulkan, program studi yang terkait bidang digital dan teknologi akan selalu dibutuhkan. 

Institut Digital Indonesia sebagai opsi kuliah di segala trend

Kita sepakat bahwa dunia digital dan teknologi selalu berkembang, bahkan tiap detik menit selalu ada terobosan baru. Maka Institut Digital Indonesia hadir sebagai jawaban, memberi akses perguruan tinggi S1 dengan program studi yang terkait digital dan teknologi.

Baca juga : Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Sampai Sarjana!

Empat program studi yang akan dibuka di Institut Digital Indonesia adalah: Ilmu Data, Bisnis Digital, Desain Komunikasi Visual, dan Ilmu Komputer. Keempat program studi ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan trend industri yang terus menerus mencari talenta digital. Ekspektasinya, para mahasiswa yang lulus dari kampus ini bisa segera bekerja di bidang digital atau bahkan berkarya dan menciptakan lapangan kerja sendiri.

Saat ini, Institut Digital Indonesia sedang membuka program beasiswa untuk para siswa SMA/SMK/sederajat. Program beasiswa ini terbuka bagi siswa kelas 12 dan alumni. Informasi lebih detail dapat diakses melalui link beasiswa ini :https://institutdigital.id/beasiswa.

Program ini gratis, tanpa dipungut biaya apapun.

Nihaya Lastari

Bagikan Artikel

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x